Social Media Marketing and Digital Natives

Social Informatics


Definisi utama Informatika Sosial:

Studi interdisipliner tentang desain, penggunaan, dan konsekuensi teknologi informasi yang mempertimbangkan interaksinya dengan konteks kelembagaan dan budaya.

Informatika sosial mengkaji: 

1. Peran teknologi informasi dalam perubahan sosial dan organisasi, 

2. Penggunaan teknologi informasi dalam konteks sosial, 

3. Cara organisasi sosial teknologi informasi dipengaruhi oleh kekuatan sosial dan praktik sosial.


Alasan mengapa kita perlu mempelajari social informatics:

1. Teknologi baru semakin terjalin dengan kehidupan kita: Internet, Facebook, smartphone, dan teknologi baru lainnya semakin masuk ke dalam kehidupan kita. Memahami aspek sosial dari teknologi ini menjadi semakin penting.


2. Lulusan informatika sosial memiliki prospek pekerjaan yang luas: Lulusan informatika sosial dapat bekerja di berbagai bidang, seperti ilmu sosial, ilmu komputer, layanan web dan analitik, metodologi/statistik riset pemasaran, konsultasi, kewirausahaan, manajemen, dan akademisi.


3. Informatika sosial memberi lulusan kesempatan untuk melanjutkan studi dan karir mereka: Lulusan informatika sosial dapat melanjutkan studi mereka di bidang ilmu komputer dan informasi, serta dalam berbagai ilmu sosial, ekonomi, statistik, dan bisnis.


4. Mahasiswa informatika sosial adalah mahasiswa yang paling puas: Mahasiswa informatika sosial adalah mahasiswa yang paling puas di Fakultas Ilmu Sosial.


Social Media Marketing


Dengan sederhana, social media marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan platform-platform media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Namun, konsepnya tidak terbatas hanya pada itu. Menurut Hubspot, social media marketing juga mencakup pembuatan konten yang menarik perhatian audiens. Sedangkan menurut Neil Patel, social media marketing adalah upaya untuk menarik perhatian orang agar terlibat dengan konten yang disajikan, sehingga meningkatkan kemungkinan konten tersebut dibagikan lebih luas.

Digital Natives

Dengan berkembangnya zaman, semakin banyak istilah baru yang muncul, seperti generasi X yang merujuk pada orang-orang yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980, dan digital mindset yang menggambarkan sikap seseorang dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ada juga istilah lain yang dikenal sebagai digital native. Menurut buku The New Digital Natives, digital native merujuk kepada individu yang lahir dan tumbuh di era digital, terpapar secara konsisten dengan informasi digital sejak lahir. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Marc Prensky dalam sebuah artikel.

Dalam artikel tersebut, Prensky menguraikan mengapa banyak guru mengalami kesulitan dalam mengajar generasi saat ini. Ia berpendapat bahwa anak muda saat ini lebih cenderung berkomunikasi dengan bahasa digital, sementara guru cenderung menggunakan cara yang lebih tradisional, menunjukkan ketidakmampuan dalam mengadopsi teknologi baru.

Penelitiannya juga menunjukkan bahwa individu yang terbiasa dengan teknologi memiliki pola pikir, pembelajaran, dan pemahaman dunia yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Meskipun begitu, Prensky menjelaskan bahwa tidak semua anak yang lahir di era digital dapat disebut sebagai digital native. Terdapat beberapa kriteria yang menentukan status digital native seseorang.

Contohnya, anak-anak yang dibesarkan di daerah dengan akses teknologi yang terbatas mungkin tidak dapat dianggap sebagai digital native karena keterbatasan penggunaan teknologi mereka dibandingkan dengan anak-anak seusianya di daerah lain.

Strategi Marketing yang Tepat untuk Digital Native

Menghasilkan konten di platform media sosial dan menggunakan saluran tersebut untuk memperkenalkan produk (social media marketing), seperti membagikan informasi tentang jenis produk, manfaatnya, proses pembuatan, atau kegiatan di balik layar. Mengumpulkan dan membagikan konten yang berkaitan dengan produk yang dibuat oleh pengguna (user generated content), seperti ulasan atau pengalaman pembelian produk. Melakukan siaran langsung di media sosial. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi dan mempromosikan produk kepada audiens media sosial. Berkolaborasi dengan influencer dan pembuat konten untuk meningkatkan kesadaran merek.

Comments